Surat Jual Beli Tanah Dan Rumah

Membeli rumah dengan harga miring kini sangat sulit untuk didapatkan. Bukan mendapatkan rumah, malah mendapatkan bekas gudang yang sudah bolong disana-sini. Banyaknya anggota keluarga yang ada didalam rumah tentunya membuat nafsu membeli rumah semakin besar.

Apalagi jika anda sudah berkeluarga dan anda merupakan kepala keluarga. Tentunya memiliki rumah dengan kerja keras sendiri menjadi suatu kebanggaan yang luar biasa. Untuk bisa mendapatkan rumah sesuai dengan apa yang anda inginkan anda harus tahu mengenai apa saja yang harus dipersiapkan atau yang akan dibutuhkan.

Salah satunya adalah mengenai surat perjanjian jual beli rumah dan tanah. Layaknya surat lainnya surat perjanjian jual beli rumah dan tanah ini juga ada beberapa jenis yang harus anda ketahui, sebelum memutuskan untuk membeli rumah anda harus paham mengenai surat-surat ini, agar jalan pemrosesan pembelian rumah tidak ada kesalahan.

Berikut ini Jenis-jenis surat jual beli tanah dan rumah yang harus anda ketahui untuk memperlancar transaksi jual beli rumah anda.

1.Sertifikat tanah

Sertifikat tanah ini sangat penting, karena sertifikat tanah berartikan mengenai status kepemilikan suatu tanah atau bangunan. Kepemilikan tanah yang tidak tercatat dalam kantor pertanahan merupakan rumah atau tanah yang bersertifikat girik.

Tanah dengan sertifikat seperti ini sering disengketakan oleh pemerintah jadi anda harus memperhatikan betul-betul mengenai sertifikat rumah atau tanah yang satu ini. Anda sebaiknya membeli rumah dengan tiga jenis sertifikat yang aman untuk membeli rumah.

Seperti, sertifikat hak milik (SHM), sertifikat hak guna bangunan (SHGB), sertifikat hak pakai (SHP). Sertifikat SHM memiliki status yang paling tinggi dan bisa berlaku seumur hidup. Namun untuk lebih amannya, anda juga tetap harus mengecek keaslian SHM dengan cara datang ke kantor pertahanan setempat.

2.Akta jual beli (AJB)

AJB ini merupakan bukti terjadinya proses transaksi jual beli atas properti atau bangunan. Sebelum adanya SHM, AJB harus tersedia karena keduanya memang tidak dapat terpisahkan.

AJB juga harus sudah ditandatangani oleh notaris yang sudah anda percaya, jika belum maka surat yang satu ini dianggap tidak sah apapun alasannya.

3.Surat izin mendirikan bangunan (IMB)

Apapun bangunannya, semuanya membutuhkan IMB, jika IMB ini tidak ada pemerintah bisa membongkar bangunan tersebut karena dianggap telah menyalahi aturan.

Jika rumah yang diperjual belikan tidak memiliki IMB, maka bisa berbahaya. IMB ini memuat berbagai data mengenai bangunan mulai dari luas hingga denahnya. Jika rumeh memiliki data yang berbeda dengan IMB maka harus dirubah.

4.Periksa surat PBB

PBB atau pajak bumi dan bangunan ini adalah salah satu surat yang harus selalu dilunasi oleh pemilik rumah supaya tidak berurusan dengan pemerintah. Jika penjual atau pemilik rumah sebelumnya taat dalam membayar PBB, usahakan anda juga meneruskan kewajiban pemilik rumah yang satu ini.

5.Adanya tanda pelunasan tagihan

Dalam suatu rumah tentu banyak yang harus dipasang untuk memenuhi aktivitas setiap harinya. Seperti listrik, air, telepon dan lain sebagainya. Usahakan tagihan semua kebutuhan ini sudah terlunasi oleh pemilik rumah sebelumnya, karena jika tidak maka pembeli rumah yang harus menanggung seluruh tunggakan tersebut.

Jika sudah mengecek semua surat yang bersangkutan dengan rumah maka setelahnya anda juga harus memperhatikan dokumen lainnya yang dibutuhkan dalam jual beli rumah.

  1. Dokumen lengkap dari pihak penjual

  • KTP suami istri jika sudah menikah
  • Sertifikat tanah asli yang sudah diperiksa di BPN (biaya yang dibutuhkan kurang lebih Rp. 50.000 hingga Rp. 200.000 (untuk yang satu ini tergantung daerah masing-masing)
  • PBB tahun berjalan yang pajaknya bisa dibayarkan melalui bank-bank pemerintah. Untuk selanjutnya anda akan memperoleh bukti pembayaran STTS PBB (surat tanda terima setoran pajak bumi dan bangunan) tahun ini.

Jika pelunasan ini tidak anda urus maka biasanya notaris akan menolak proses jual beli rumah anda. ini dikarenakan berhubungan dengan sumpah profesi yang berkaitan dengan pendapatan Negara dalam bentuk pendapatan pajak.

  • Pelunasan PPh yang nilainya 5% x NJOP
  1. Dokumen lengkap dari pembeli

  • KTP suami istri, jika sudah menikah
  • KK
  • BPHTB sudah dilunasi hingga 5% x (NJOP – NJOPTKP). Jika setelah dihitung dengan rumus nilai atau hasilnya lebih kecil atau sama dengan Rp. 60.000.00 maka PPh yang telah dihitung diberi nilai nol atau dibebaskan dari pembayaran pajak
  • Kuitansi pelunasan pembelian propertidalam hal ini rumah, yang sudah ditempeli dengan materai dan ditandatangani oleh pihak pembeli sendiri. Di dalam kuitansi harus tercantum alamat lengkap dari property yang dijual, harga jual belinya, dan juga nomor SHM.

Itulah Jenis-jenis surat jual beli tanah dan rumah yang harus diperhatikan atau dipersiapkan oleh penjual dan juga pembeli supaya transaksi jual beli properti bisa berjalan dengan lancar tanpa hambatan, baik untuk saat ini atau pun kedepannya nanti.

Sehingga proses jual beli yang dilakukan sekarang tidak menimbulkan masalah atau kerugian dari masing-masing pihak yang terkait dalam proses jual beli rumah atau tanah. Selanjutnya untuk anda yang sedang ingin jual beli rumah dengan tanpa bank, dan tanpa riba anda bisa hubungi Admin web kami..

Kami akan membantu anda dalam menyelesaikan persoalan transaksi jual beli rumah dengan mudah namun tetap akan disesuaikan dengan syariat islam.

Jual beli rumah yang dulu kurang nyaman dihati masyarakat karena disertai dengan unsur riba, kini berubah menjadi lebih banyak diminati oleh masyarakat karena menggunakan prinsip syariah.

Dimana dalam prosesnya semuanya menggunakan prinsip-prinsip syariah yang jauh dari unsur riba. Namun untuk proses transaksi dan sebagainya tetap sesuai dengan prosedur dan ketentuan jual beli rumah atau properti.

Transaksi jual beli rumah juga tidak akan terlepas dari berbagai biaya-biaya yang harus dikeluarkan untuk proes transaksi jual beli rumah. Anda akan berhubungan dengan notaris, dan beberapa pemerintah lainnya yang mengurusi mengenai jual beli rumah. anda juga membutuhkan saksi dan lain-lainnya.

Jenis-jenis Surat Jual Beli Tanah Dan Rumah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *